10 November, itu merupakan hari kita semua memperingati pertempuran Surabaya sekaligus merayakan Hari Pahlawan di kota Surabaya karena tepat pada tanggal itu 74 tahun silam arek-arek Suroboyo berperang melawan pasukan Inggris dan tumpah banyak sekali korban. Maka adalah suatu tugas bagi kita generasi penerus bangsa untuk menghormati setiap pahlawan yang gugur, menghromati peristiwa dan kisah sejarah tersebut. Terlebih lagi memahami apa yang sebenarnya dilakukan para pahlawan-pahlawan kita saat itu .

Oleh karena itu setiap taun SMA Katolik St.Louis 1 mengadakan suatu acara untuk memperingati hari pahlawan tersebut. Jika pada taun 2017 drama yang dilakukan di Taman Makam Pahlawan mengundang veteran-veteran perang. Maka taun ini (2018) sedikit berbeda  anak anak SANGGAR melaksanakan sebuah drama kolosal dengan gabungan 5 departemen lainnya serta bantuan anak-anak Sinlui lainya. Drama kolosal ini disusun semirip mungkin dengan peristiwa 10 November yang sebenarnya dan dibantu oleh Sutradara dari luar. Dalam pelaksanaanya kami melakukan persiapan selama kurang lebih 1 bulan. Kebetulan saya dan teman-teman juga terlibat main peran sebagai tentara Jepang dan Belanda. Pada hari-h kami semua yang terlibat sudah bersiap dari pagi mengenakan kostum prajurit dengan property senjata. Suasana sekolah didekor semirip mungkin dengan keaadan genting saat itu. Pasukan patrol mengitari sekolah kemudian ada balok-balok benteng dan kawat berduri sebagai bentuk dekorasi. Sekedar informasi SMA Katolik St.Louis 1 dulunya merupakan benteng kepolisian pada jaman penjajahan. Lanjut lagi, semua anak kelas X,XI, dan XII sudah turun di lapangan untuk persiapan upacara dan upacara dilaksanakan hingga mau selesai mereka semua dipersilahkan untuk duduk menyaksikan drama. Disaat itulah drama kolosal yang sudah kami persiapkan ditampilkan di depan semua siswa dan guru Sinlui. Drama tersebut menampilkan tragedi perang melawan Jepang dan Belanda serta momen-momen duka ketika para pahlawan mati. Tidak main-main kami juga menggunakan mobil jeep besar yang tiba-tiba masuk dari pintu samping diiringi letusan mercon. Drama kolosal ini pun diliput oleh wartawan Jawa Pos dan dimasukan di Koran tanggal 11 November di bagian Metropolis.

Setelah merayakan Hari Pahlawan ini kami bersama teman-teman kelas bersama mnikmati hidangan tradisional yang sudah disiapkan masing-masing kelas. Dengan diadakannya drama kolosal ini kami ingin agar seluruh siswa dapat memahami betul makna hari 10 November 1945 yang mungkin sebagian besar masih belum tahu. Serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa kita sendiri. Sebagai generasi penerus bangsa memang sudah sepatutnya untuk mengerti betul pengorbanan yang sudah pernah dilakukan oleh pahlawan-pahlawan sehingga Indonesia bisa semakin maju kedepannya ditangan pemuda.

Comments (01)

  1. Kegiatan ini sungguh menakjubkan dan inspiratif . Di zaman sekarang ini kita sebagai generasi penerus bangsa memang harus tetap mempertahankan dan memperingati perjuangan pahlawan-pahlawan yang sudah berjasa bagi kemerdekaan bangsa kita, Indonesia. Semoga peringatan semacam ini bisa dilakukan tidak hanya di St. Louis 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add to cart