INSUP 2018

Inti Supporter, yaa itu adalah salah satu organisasi di Sinlui. Pertama kali aku masuk ke Sinlui, liga basket DBL pun juga dimulai disana untuk pertama kalinya aku mengenal sekolah swasta dengan supporter seperti ni. Tidak kusangka tribun pertama yang kukira hanya menonton ternyata jadi bersorak-sorak hingga lelah. Namun hal-hal di tribun itulah yang ternyata juga membuatku tertarik untuk ikut ambil bagian , melihat alunan perkusi koreo 3D dan itu semua kusangka hanya ada di sekolah negeri. Musim Honda DBL pun berakhir hingga pada bulan Januari 2018 pendaftaran dibuka akupun mendaftar meskipun awalnya ragu. Ragu tidak bisa bonding karena aku hanya mengenal 1 orang teman saja disana yaitu Catur teman sekelas saya. Namun berkat dia pun akhirnya aku bergabung bersamanya mendaftar di Organisasi ini.

Aku pun menajalani semua tahap penerimaan dan akhirnya ketrima dan ikut LKTD. Dari situ perjalananku dimulai baru kukenal ruang belakang bangsal yang sudah menjadi markas anak Insup. Dari awal aku sudah dibilangi bahwa masuk organisasi ini bukanlah hal yang mudah nantinya akan sangat berbeda dengan departemen. Selama kurang lebih 3 bulan kita mempersiapkan hal-hal kecil yang secara tidak lansgung merekatkan kita. Musim DBL pun akan segera dimulai ternyata disini lah kesibukan yang dibilang selama ini. Menginap di sekolah sudah jadi hal yang biasa dan kerja hingga larut malam mengerjakan koreo 3D. Tugas dan ulangan yang sedikit keteteran. Namun semua itu sungguh menyenangkan pergi disaat larut malam dengan mereka yang awalnya tidak ada yang kukenal menjadi satu keluarga yang baru. Liga DBL pun selesai di tahun 2018. Disaat pendaftaran Januari 2019 tentu ini bukanlah suatu hal yang akan kulewatkan melihat tahun lalu begitu asik.

Di tahun kedua ini aku berkesempatan menjadi Pandawa setelah melalui proses LKTD lagi. Pandawa disini adalah koordinator dari Inti Supporter yang berisi kan 5 orang seperti namanya Pandawa. Disitu aku yakin bahwa ak memegang tanggung jawab yang jauh lebih besar dan harus diselesaikan. H-1 bulan persiapan sudah mulai dilakukan baik untuk penampilan saat MPLS ataupun persiapan keseluruhan untuk DBL. Namun beberapa masalah dating silir berganti mulai dari baju DBL dan lain-lain. Hingga menjadi ketakutan DBL taun ini juga akan menjadi kegagalan tetapi untungnya tidak. Aku pun harus membagi waktu mengingat aku adalah tutor MPLS dan sekaligus Insup liburanku kuhabiskan disekolah setelah persiapan tutor maka lanjut persiapan Insup. Setiap pulang sekolah aku pasti ke ruang Insup yaitu di belakang bangsal untuk membahas konsep-konsep bersama anak-anak. Jam pulang sekolah memang jam 2 tetapi ketika pulang ke sana waktu seakan tidak terasa hamper setiap kali jam pulangku adalah jam 5 atau 6. Tugas dan ulangan pun mulai berdatangan mengingat saat ini aku sedang diposisi kelas 12 ditambah ada persiapan untuk kuliah yang harus saya lakukan. Maka terasa sangat melelahkan dan terbeban bagiku untuk mengatur waktu dengan baik. Nilai ku perlahan menurun lumayan drastis dibandingkan saat kelas 11 namun apa boleh buat Insup juga sudah menjadi bagian tanggung jawabku. Setiap H-1 pertandingan pasti kita menginap di sekolah tercinta untuk mengerjakan koreo Asturo maupun koreo 3D. Jam malam yang awalnya pukul 11 malam menjadi puku 2 pagi dan itupun besoknya kami tetap sekolah. Disaat yang lain dirumah memegang bolpen dan belajar kami disini memegang ties dan cat bahkan tidak sempat belajar. Nilai jelek sudah merupakan hal yang biasa , les dikorbankan untuk mendukung tim kebanggan di lapangan.

INSUP 2019

Namun entah kenapa itu semua terasa sangat menyenangkan berkumpul bersama menginap di belakang bangsal tercinta dengan alunan gong setiap subuh.  Pergi keliling cari makanan jam 2 pagi, waktu benar-benar tidak terasa bersama mereka. Ketika kami masih dipandang rendah oleh beberapa guru dan tidak dihargai , kami tetap melakukan yang terbaik dari kita. Selalu bangga jika hasil koreo di post di akun dblsurabaya. Susah senang derita berubah menjadi canda tawa saat bersama mereka sekumpulan anak-anak yang semakin malam semakin absurd. Hingga final party masing-masing dari kami ikut botak dan mengerjakan koreo terbaik di malam terakhir kita bekerja. Koreo yang melukiskan sekolah SMA Katolik St.Louis 1. Ketika liga DBL sudah selesai aku pun sadar waktuku disini juga sudah selesai giliran para junior yang menjadi nahkoda Insup ini. Baru saja selesai namun kebiasaan ke ruang Insup tetap ada bahkan menginap dan kerja hingga larut malam menjadi suatu hal yang sungguh kita rindukan. Sungguh susah rasanya melepas sesuatu yang sudah menjadi keluarga dan suatu tempat yang sudah menjadi rumah. Terima kasih Insup telah menjadikanku sesorang yang seperti ini. Tentu pengalaman ini tidak akan kulupakan berawal dari keraguan untuk gabunng berakhir dengan rasa bangga.

Comments (01)

  1. Perjuangan memang tidak pernah menghianati hasil bukan. Maka dari itu, kalian jangan ragu untuk memulai sesuatu yang baru karena dari situlah dirimu akan berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add to cart