Pernahkah anda berpikir bahwa file yang ada di komputer anda itu tidak akan pernah hilang, walaupun dihapus secara permanen ? Kalau iya, anda benar. Kebanyakan orang tahu bahwa file yang sudah dihapus secara permanen dari Disk, tidak akan kembali. Hilang, kaya juara Indonesian Idol setelah Season 4, Tapi ! kenyataan tidak, kenapa ? Mari kita bahas.

Pertama, file di komputer itu jika dihapus pasti akan menuju suatu lokasi yang bernama Recycle Bin, jika kamu pengguna Windows, atau Linux pasti tidak asing, nah Recycle Bin ini memiliki fungsi berjaga-jaga, untuk apa ? jika user tidak sengaja menekan tombol delete pada file, misal anda ingin mengcopy file dokumen kantor, dan saat itu anda lagi ngantuk-ngantuknya karenanya anda bukan mengeklik option copy tapi delete, walaupun jauh ya hehe.

Recycle Bin ini bisa menampung file sampai banyak sekali, dan kalau anda ingin file anda kembali, it’s easy tinggal restore, file akan kembali ke tempat sebelum dihapus. Tapi jika anda mengosongkan Recycle Bin anda tidak bisa mendapatkan file anda kembali. Just That, The End. Tapi sebenarnya file yang sudah dihapus permanen tadi tidaklah hilang sebeanrnya. Mereka masih ada seperti hantu, bagi orang zaman dulu (tapi saya gak percaya hantu) mereka ada tapi tidak bisa terlihat.

Dan file tersebut masih di berada Harddrive hanya saja file tersebut sudah tidak ada lagi di sistem, dan map file atau header yang menunjukkan dimana letak file tersebut, hilang. Map file atau header itu semacam pointer, apa itu pointer, di Programming pointer digunakan untuk menunjuk, sebagai reference. Dimana tempat data tersebut berada akan ditunjukkan oleh pointer.

Perumpamaan saja, jika anda punya sebuah buku. Dan anda tahu bahwa buku memiliki daftar isi yang berguna untuk menunjukkan halaman berapakah suatu isi buku. Nah di komputer Daftar isi buku ini kaya pointer, jika di daftar isi buku dilabeli dengan tulisan blank, atau dihilangkan, anda tidak tahu di halaman berapakah isi buku tadi, walaupun isi buku tersebut masih ada.

Jadi sebenarnya file-file yang sudah dihapus secara permanen dapat dikembalikan lagi, dengan tool-tool tertentu, seperti Recovery Software, file-file yang sudah dihapus permanen bisa dikembalikan sama seperti sebelum dihapus.

Tapi file-file yang sudah dihapus dengan jangka waktu yang lama, saat di recover biasanya sudah rusak atau corrupt, kenapa ? Karena dalam jangka waktu yang lama tersebut file yang dihapus tadi sudah ditempa dengan file-file baru. Overwrite namanya. File yang lama tadi akan menjadi campuran dengan file baru dan berbentuk sangat berbeda dari aslinya.

Walaupun file tersebut dapat dihilangkan dengan cara overwrite, para ahli komputer terutama yang ahli dalam bagian penyimpanan, mereka dapat membangkitkan kembali file-file yang sudah di overwrite. Tapi tidak semua file dapat dikembalikan dan mungkin file seperti foto atau gambar akan sedikit berbeda dengan cacat warna atau cacat bentuk di beberapa bagian.

Faktanya dalam menghilangkan file butuh lebih dari 35 kali overwriting pada file agar benar-benar rusak anda harus melakukan itu berulang-ulang-ulang kali sampai benar benar file tadi rusak, atau anda dapat membakar harddrive anda, jika anda kaya raya dan bingung menghabiskan uang anda hehe.

Sumber : http://zamtaki.blogspot.com/2016/08/kemana-perginya-file-yang-sudah-dihapus.html

About the author
Alexander Kevin
I'm A self-certified software Engineer. I may or may not be a robot.

Comments (01)

  1. oh baru tahu saya, sangat informatif sekali. menambah wawasan mengenai perangkat elektronik. mungkin bisa memberikan tips untuk menghindari masalah karena memory space penuh karena menghapus tidak menghilangkan file tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add to cart